Tentang Kami

Posted: October 27, 2011 at 2:26 pm, Last Updated: May 22, 2015 at 7:45 am

Sejarah Divisi Kardiologi

Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM

 

Pengantar

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, maka terdapat kecenderungan perkembangan ilmu kearah diversifikasi dan pencabangan disiplin ilmu dari batang pokok asal keilmuannya, sesuai dengan falsafah keilmuan bahwa ilmu itu berkembang secara evolusioner dari fase terakhir pokok keilmuannya. Perkembangan seperti ini merupakan keharusan dalam meniti kemajuan ilmu sesuai kebutuhan dalam pelayanan menurut kadar zamannya.[1]

Ilmu Penyakit Dalam tidak terlepas dari perkembangan dimana subdisiplin-subdisiplinnya berkembang dengan pesat tetapi semuanya tetap berpijak pada dasar-dasar clinical medicine yang saling melengkapi satu sama lain, sehingga pendekatan tetap dapat dilaksanakan secara menyeluruh (holistik). Berdasarkan pemikiran inilah, Prof. dr. Biran, semasa menjabat sebagai Kepala Bagian IPD pada awal tahun 1950-an memiliki ide untuk menunjang perkembangan dan kemajuan Bagian IPD. Dengan kegigihan dan ketekunan beliau, maka secara resmi pada tahun 1958-1959 didirikan 11 subbagian di lingkungan departemen ilmu penyakit dalam, termasuk subbagian kardiovaskular.[1,2]

  

Berdirinya Subbagian Kardiologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUIRSCM

Pada tahun 1950-an, ditengah gejolak kondisi politik nasional Indonesia pasca kemerdekaan, Soekarno menghimbau semua warganegara asing yang berada di Indonesia untuk kembali ke negerinya masing-masing.[2] Hal ini berdampak luas bagi dunia pendidikan, karena sebagian besar tenaga pengajar merupakan warganegara Belanda. Prihatin akan kurangnya tenaga pengajar di FKUI-RSCM, maka pada awal tahun 1954, Prof Biran pergi ke Belanda dan bertemu dengan dr. Gan Tjong Bing, seorang internis yang sedang mengambil pendidikan kardiologi-nya di Belanda.[2-4] Setelah menyelesaikan pendidikannya, pada akhir tahun 1954, dr. Gan Tjong Bing kembali ke Indonesia untuk mengajar peserta program pendidikan asisten ahli (sekarang dikenal dengan Peserta Program Dokter Spesialis/PPDS) Ilmu Penyakit Dalam (IPD) tingkat akhir dan menangani kasus-kasus penyakit jantung di FKUI-RSCM, menggantikan dr. W. Dijk yang kembali ke negeri Belanda.[2,3,5]

 

Kinerja Awal dan Prestasi

Dibawah kepemimpinan dr. Gan Tjong Bing sebagai Kepala Divisi Kardiologi-IPD pertama, dengan bermodalkan fluoroskopi sederhana, mulailah dikembangkan teknik pemeriksaan invasif yaitu kateterisasi jantung kanan.[6,7]  Pada tahun 1960-an, atas kerjasama yang baik dari subbagian kardiologi  IPD, Anak, dan Bedah Toraks, bedah jantung tertutup untuk kasus stenosis mitralis pertama kali dilakukan oleh dr. Pouw dkk. Pada saat ini, Kegiatan Pelayanan Terpadu khusus penderita penyakit jantung di RSCM dimulai. Selanjutnya pembedahan untuk permanent ductus arteriosus (PDA) lebih sering dilakukan. Pada tahun 1963, bedah jantung terbuka dengan hipotermia dilakukan untuk pertama kalinya. Pengiriman staf untuk memperdalam kardiologi juga mulai dilakukan sejak tahun 1960 yaitu dr. Nurhay dan dr. Jahja Kisjanto.[6]

Sekitar tahun 1968, ICCU pertama di Indonesia didirikan di RSCM oleh dr. Lie Kioeng Foei bersama dengan asistennya dr. Nurhay Abdurahman dan dr. Jahja Kisjanto, dan dibantu oleh dr. Hanafi B. Trisnohadi, dr. Daulat Manurung, dr. Dasnan Ismail, dr. A. Muin Rahman, dr. Harun, dr. Teguh Santoso, dan dr. Tommy Sibuea. Guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, divisi kardiologi pun kemudian melengkapinya dengan alat echocardiography sederhana dan treadmill untuk exercise stress test.[3-4,6-8]

Pada tahun 2003, Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) RSCM didirikan dengan konsep one stop service. Berbagai pelayanan baik yang bersifat diagnostik maupun terapeutik telah didukung pula oleh fasilitas yang tidak kalah dari negara ASEAN lainnya, antara lain pemasangan alat pacu jantung, kateterisasi dan angiografi koroner, intervensi perifer pada kaki diabetik, dan kegiatan penelitian sel punca (stem cell) yang bekerjasama dengan RS Medistra.

 

Pendidikan Kardiologi: SpPD-KKV

Seorang dokter spesialis penyakit dalam (internis) sudah memiliki kompetensi untuk melakukan pelayanan kesehatan terhadap pasien-pasien dengan penyakit jantung (clinical cardiologist). Di Indonesia, pendidikan untuk menjadi seorang ahli jantung dapat ditempuh melalui subspesialisasi kardiovaskular dari Ilmu Penyakit Dalam. Pendidikan kardiologi bagian Ilmu Penyakit Dalam dengan gelar Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Kardiovaskular (SpPD-KKV) dapat ditempuh oleh seorang dokter spesialis ilmu penyakit dalam yang ingin mendalami kardiologi selama kurang lebih 2 tahun.

 

 

Referensi:

  1. Abdurahman N. Pidato pada Upacara Pengukuhan sebagai Guru Besar Tetap dalam Ilmu Penyakit Dalam pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta, 24 Maret 1999.
  2. Wawancara narasumber: Prof. dr. Lukman Hakim, SpPD-KKV, KGer, FINASIM
  3. Wawancara narasumber: Prof. dr. Nurhay Abdurahman, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
  4. Wawancara narasumber: Prof. dr. Sjaharuddin Harun, SpPD-KKV, FINASIM
  5. Moeljono. Catatan Pengalaman dan Sekedar Pangetahuan Praktek Administrasi Selama Bertugas di Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM sejak tanggal 15 Maret 1950 sampai tanggal 1 Oktober 1983. Jakarta, Oktober 1983.
  6. Rilantono L. Bagian Kardiologi FKUI. Hal 180-3.
  7. Spesialis Kardiologi. Dalam: Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Hal 255-7.
  8. Wawancara narasumber: Prof. dr. Daulat Manurung, SpPD-KKV, FINASIM

 

Riwayat Jabatan Ketua Divisi Kardiologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM

 

1968 – 1972 dr. Lie Kioeng Foei
1972 – 2000  Prof. dr. Nurhay Abdurahman, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM
2000 – 2003 (Alm.) Prof. dr. Miftah Suryadipradja, SpPD-KKV
2003 – 2005 Prof. dr. Dasnan Ismail, SpPD-KKV, SpJP(K), FIHA, FINASIM
2006 – 2008 Prof. dr. Sjaharuddin Harun, SpPD-KKV, FINASIM
2008 – 2011 Prof. dr. Lukman Hakim Makmun, SpPD-KKV, KGer, FINASIM
2011 – sekarang Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD-KKV, FACC, FESC, FAPSIC, FINASIM

 

 

  • Hubungi Kami
    admin@kardioipdrscm.com
    Telp. +62 (21) 31934636
    Fax.
    +62 (21) 3161467
    Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 10430