Obat Anti Hipertensi: Ketergantungan atau Kebutuhan?

Ditulis oleh: pada tanggal Artikel, Informasi Penyakit, Umum

obat anti hipertensi ketergantungan kebutuhanHipertensi, atau sering disebut sebagai penyakit darah tinggi, masih sedikit sekali dipahami oleh masyarakat awam. Fakta penting mengenai hipertensi adalah ia merupakan salah satu pembunuh paling ganas bila tidak ditangani dengan baik. Biasanya kita cenderung menganggap bahwa sakit kepala merupakan suatu pertanda darah tinggi, padahal menurut American Heart Association, banyak penderita hipertensi tidak memiliki gejala apapun.

Hipertensi adalah suatu keadaan tidak normal pada seseorang dengan memiliki tekanan darah tinggi yang menetap (sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg). Oleh karena itu, penderita hipertensi harus menyadari pentingnya kontrol kembali ke dokter yang merawat. Ketidakpatuhan meminum obat dan kontrol ke dokter akan berisiko terjadi kerusakan pembuluh darah yang pada akhirnya bersifat fatal (menyebabkan kematian). Seorang penderita hipertensi harus berusaha menjaga tekanan darahnya dalam batas normal sehingga tidak terjadi komplikasi seperti gagal jantung, gagal ginjal, stroke, penyakit jantung koroner, dan masih banyak lagi.

Salah satu komponen penting dalam upaya mengendalikan tekanan darah tinggi adalah mengonsumsi obat darah tinggi. Namun sayangnya, sebagian besar penderita hanya mengonsumsi obat yang diberikan bila sudah ada gejala sakit kepala atau pusing, dan tekanan darahnya naik. Saat tekanan darah sudah normal dan tidak ada keluhan, maka obat dihentikan. Alasan yang seringkali dikemukakan adalah ”Saya takut ginjal saya rusak karena terlalu banyak makan obat”, atau “Saya takut nanti jadi ketergantungan obat, dok”. Benarkah demikian?

 

Kebutuhan VS Ketergantungan

Kebutuhan dan ketergantungan adalah dua keadaan yang berbeda. Kebutuhan adalah suatu keadaan yang lebih cenderung fisiologis (alamiah) dibanding patologis (tidak normal); sedangkan ketergantungan adalah suatu yang lebih patologis karena sudah terjadi sensitisasi pada susunan saraf akibat penyalahgunaan obat.

Sesuai dengan penjelasansudah disampaikan diatas,hipertensi adalah suatu keadaan patologis yang bersifat menetap, maka obat antihipertensi wajib dikonsumsi setiap hari dan seumur hidup, bukan hanya bila sedang timbul gejala. Meskipun hipertensi tidak dapat sembuh, tapi penyakit ini dapat dikontrol. Selain obat, hipertensi dapat dikontrol dengan olahraga, menjaga berat badan ideal, mengatur pola makan, dan menurunkan faktor risiko lain seperti kolesterol dan diabetes.

 

Kesaksian yang terkadang menyesatkan…

Mungkin Anda sering mendengar cerita bahwa ada beberapa orang yang pernah divonis menderita darah tinggi, namun hanya mengonsumsi obat sementara saja dan tidak berkesinambungan karena takut ketagihan, dan saat ini masih memiliki tekanan darah yang normal. Hal yang harus dipertanyakan dari kesaksian ini adalah apakah orang tersebut benar-benar menderita darah tinggi, atau hanya sedang mengalami peningkatan tiba-tiba tekanan darah yang bersifat sementara (misalnya karena terkejut, sedang sakit gigi, sedang marah dan penyebab-penyebab lainnya).

Keraguan untuk mengonsumsi obat hipertensi dengan alasan ketakutan akan kerusakan ginjal, sebenarnya tidak benar. Hipertensi yang dibiarkan dalam waktu lama justru akan menyebabkan penyempitan pada seluruh pembuluh darah arteri dan bersifat progresif, termasuk pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak (menyebabkan stroke), jantung (menyebabkan penyakit jantung koroner dan kematian mendadak) dan ginjal (yang menyebabkan gagal ginjal sampai dengan cuci darah).

 

Pilihan ada pada Anda!

Ilustrasi yang baik mungkin adalah seperti ini: penderita hipertensi berat (tekanan darah >160 mmHg) apabila tidak mengonsumsi obat darah tinggi akan berujung pada cuci darah dalam waktu 5 tahun karena penyempitan pembuluh darah ginjal, sementara bila memakan obat darah tinggi, mungkin berpuluh tahun baru ginjal akan terpengaruh efek samping obat, sementara penyempitan pembuluh darah ginjal terjadi sangat minimal. Manakah yang akan Anda pilih?


  • Hubungi Kami
    admin@kardioipdrscm.com
    Telp. +62 (21) 31934636
    Fax.
    +62 (21) 3161467
    Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 10430