Tes Treadmill atau Exercise Stress Test

Tes Treadmill atau Exercise Stress Test

Apa itu Tes Treadmill (Exercise Stress Test)?

  • Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi apakah jantung Anda memiliki asupan darah dan oksigen dari sirkulasi saat terjadi stres fisik yang mungkin tidak muncul pada EKG saat istirahat. Pemeriksaan ini juga dapat memberikan informasi penting apabila ada kelainan dari irama jantung dan tekanan darah.

Kapan Tes Treadmill Sebaiknya Dilakukan?

  • Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang membutuhkan tes treadmill, yaitu:
  • Apabila Anda dicurigai memiliki penyakit jantung koroner (PJK), yang terkadang tidak muncul pada EKG saat istirahat.
    • Anda memiliki risiko tinggi memiliki PJK
    • Untuk mengevaluasi toleransi saat beraktivitas saat Anda mengeluhkan kelelahan yang tidak diketahui penyebabnya dan napas pendek.
    • Untuk mengevaluasi respon tekanan darah pasien yang memiliki kecenderungan hipertensi saat beraktivitas.
    • Untuk mencari adanya irama jantung yang tidak teratur (ireguler) yang dipicu oleh aktivitas.
  • Akan tetapi, Tes Treadmill sebaiknya tidak dilakukan pada beberapa kasus seperti pasien yang baru saja mengalami serangan jantung, atau saat pasien baru saja mengalami nyeri dada, dengan kecurigaan atau kemungkinan serangan jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol, gagal jantung yang belum diobati, gangguan irama jantung yang tidak terkontrol.

Bagaimana Proses Tes Treadmill Dilakukan?

  • Pasien dibawa ke ruang treadmill dimana nadi dan tekanan darah saat istirahat akan direkam. Elektroda ditempelkan pada dada dan dihubungkan dengan EKG pada mesin pemeriksaan.
  • Tes ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama yaitu exercise stress test, Anda akan diminta untuk berjalan diatas treadmill dengan prosedur latihan spesifik, dimulai dari langkah lambat. The Bruce Protocol, protokol yang paling sering digunakan, memiliki total 7 tahapan dengan peningkatan kecepatan secara periodik dan inklinasi kecuraman setiap 3 menit. Tekanan darah, denyut jantung, dan EKG Anda akan dipantau dan direkam secara bersamaan, pada saat istirahat, dan setiap 3 menit dalam setiap tahapan latihan. Dokter akan bertanya kepada Anda sebelum suatu tahapan berakhir, apakah Anda masih sanggup untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.
  • Ada beberapa pertimbangan yang harus diikuti apabila tes ini akan dihentikan dan Anda tidak perlu menyelesaikan 7 tahapan. Tahapan 4-6 sudah memerlukan usaha yang intens, dan tahapan 7 memerlukan usaha maksimal. Tes ini akan dihentikan apabila target denyut nadi telah tercapai, atau apabila Anda mengalami gejala seperti nyeri dada, pusing, kenaikan tekanan darah yang berlebihan, atau kelelahan yang ekstrim.
  • Bagian kedua dari tes ini adalah periode pemulihan atau fase “slowing down”. Kecepatan akan diturunkan secara bertahap dalam 10 menit. Tekanan darah, denyut jantung, dan EKG Anda akan tetap dipantau selama bagian kedua ini berlangsung.

Adakah persiapan yang harus saya lakukan sebelum menjalani tes?

  • Puasa makan dan minum selama 2-3 jam sebelum prosedur dilakukan. Hal ini akan menurunkan risiko mual yang dapat terjadi pada kelelahan akibat latihan berat setelah makan. Apabila Anda penderita diabetes yang mendapat terapi insulin, akan ada instruksi khusus dari dokter.
  • Konsumsi beberapa obat jantung spesifik mungkin perlu dihentikan oleh dokter selama 1-2 hari sebelum tes dilakukan. Instruksi ini biasanya diberikan saat tes dijadwalkan.
  • Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang sesuai untuk latihan (olahraga).
  • Penjelasan mengenai tes ini akan diberikan oleh dokter dan Anda akan diminta untuk menandatangani surat persetujuan tindakan.
  • Bagian dada dibersihkan dengan kasa dan alkohol untuk memastikan kualitas sadapan EKG yang baik. Bulu dada sebaiknya dicukur agar stiker sadapan dapat melekat dengan sempurna di dada.
  • Bagi wanita sebaiknya menggunakan bra dengan kait yang mudah dibuka, dan apabila memungkinkan, kenakan kaos atau kemeja dengan kancing depan.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalani tes ini?

  • Tes ini memakan waktu sekitar 20-40 menit tergantung dari kapasitas latihan Anda dan waktu munculnya gejala. The Bruce Protocol memakan waktu total 21 menit, periode pemulihan 10 menit, dan persiapan 10 menit.

Apakah tes ini aman untuk dilakukan?

  • Porsi risiko stres pada tes ini sangat kecil dan sama dengan apa yang Anda harapkan dari bentuk latihan yang berat. Tenaga medis berpengalaman akan mendampingi Anda untuk mengatasi komplikasi seperti gangguan irama jantung, nyeri dada yang tidak membaik, ataupun serangan jantung.

Seberapa cepat saya akan mendapatkan hasil dan apakah artinya? 

  • Dokter yang menjalankan tes ini dapat memberikan Anda hasil penilaian sementara secepatnya setelah tes selesai. Akan tetapi, hasil yang lebih lengkap membutuhkan waktu beberapa hari untuk selesai. Hasil tes ini dapat mengkonfirmasi suatu diagnosis penyakit jantung. Studi ini juga membantu menilai apakah Anda berada dalam kondisi stabil, memiliki penyakit jantung, atau penyumbatan baru sedang berlangsung.
  • Hubungi Kami
    admin@kardioipdrscm.com
    Telp. +62 (21) 31934636
    Fax.
    +62 (21) 3161467
    Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 10430