Professors and Senior Staffs

Posted: August 26, 2013 at 10:03 am, Last Updated: August 26, 2013 at 10:07 am

Sorry, this page is currently unavailable in English. 

“Selain kompetensi klinis, seorang internis harus berpegang teguh pada humanism, professionalism, dan medical ethics. Itulah core values of internal medicine”

Prof. dr. H. Nurhay Abdurahman, SpPD-KKV

 

Prof. Nurhay menyelesaikan pendidikan dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (FKUI) pada tahun 1961. Beliau diterima oleh Prof. dr. Djamaan Biran, kepala bagian Ilmu Penyakit Dalam (IPD) FKUI/RSCM pada waktu itu, untuk melanjutkan spesialisasi IPD di tahun yang sama.

Beliau merupakan salah satu staf awal divisi kardiologi, bekerjasama dengan dr. Kisjanto dibawah bimbingan dr. Lie Kioeng Foei. Bersama-sama dengan dr. Lie Kioeng Foei dan dr. Kisjanto, Beliau berjasa atas dirintisnya sebuah fasilitas pelayanan khusus penyakit jantung koroner di RSCM yang dinamakan Intensive Coronary Care Unit (ICCU) pada tahun 1971.

Beliau merupakan orang pertama yang melakukan pemasangan pacemaker (pacu jantung) pertama kali di RSCM pada tahun 1972.  Beliau mendapat brevet Ahli Penyakit Dalam dari FKUI Jakarta pada tahun 1966 dan secara intensif memperdalam bidang kardiologi melalui pendidikan dan pelatihan di Kanada, Inggris, dan Hawaii. Prof Nurhay mendapat brevet Konsultan Kardiologi dari Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Jakarta pada tahun 1993. Ketika dr. Lie Kioeng Foei jatuh sakit sekitar tahun 1972, jabatan ketua divisi kardiologi dialihkan sementara kepada Prof. Nurhay, yang kemudian diangkat secara penuh setelah dr. Lie Kioeng Foei meninggal.

Prof. Nurhay telah mempublikasikan 48 karya ilmiah dalam bentuk penelitian, buku, maupun makalah, dan menjadi penulis utama dari 9 judul hasil penelitian. Beliau pernah menjadi dokter pribadi Presiden BJ Habibie dan berkat kontribusinya dalam bidang IPD FKUI/RSCM, Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Ilmu Penyakit Dalam FKUI pada tanggal 24 Maret 1999 di Jakarta. Hingga saat ini, Beliau masih berpraktik di RS MMC Jakarta.

 

*

 

Prof. dr. Jahja Kisjanto, SpPD-KKV, SpJP, PhD, FACC

             

Prof. Kisjanto menyelesaikan pendidikan dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (FKUI) pada tahun 1959. Adalah dr. Lie Kioeng Foei, kepala subbagian kardiologi FKUI/RSCM pada waktu itu, yang menerima Beliau untuk memperdalam bidang Kardiologi-Ilmu Penyakit Dalam setelah mendapat brevet Ahli Penyakit Dalam tahun 1967.

Berbagai suka dan duka telah dilewati semasa mengembangkan bidang Kardiologi-Ilmu Penyakit Dalam dibawah kepemimpinan dr. Lie Kioeng Foei. Dengan fasilitas yang masih sederhana dan staf awal yang kurang dari sepuluh orang, Beliau berusaha meningkatkan kerjasama untuk menanggulangi penyakit jantung koroner yang pada waktu itu prevalensinya sudah mulai meningkat.

Kebanggaan terbesar Beliau adalah ketika bersama-sama dengan dr. Lie Kioeng Foei dan dr. Nurhay Abdurahman berhasil mendirikan Intensive Coronary Care Unit (ICCU) yang pertama di Indonesia pada tahun 1971. Pada tahun 1974-1975 Beliau dikirim ke Australia untuk melanjutkan pendidikan pasca sarjana di Sidney dan Brisbane, dan mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (PhD) dari Rotterdam, Belanda tahun 1996.

Pengabdiannya selama 30 tahun di bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI membuat Beliau dicalonkan menjadi salah satu Guru Besar dalam Ilmu Penyakit Dalam yang kemudian dikukuhkan pada tanggal 8 Januari 1997. Beliau tercatat sebagai penulis dari 50 karya ilmiah dan telah berpartisipasi dalam 60 kegiatan ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional.

Di usianya yang ke-81, Beliau masih aktif menjadi Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (PERKAPI) dan saat ini sedang mengembangkan travel medicine di Indonesia.  

 

*

 

Prof. dr. Daulat Manurung, SpPD-KKV, FINASIM

 

Lahir di Sumatera Utara, 19 Juli 1942, Prof. Daulat berhasil menyelesaikan pendidikan dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (FKUI) pada tahun 1967. Beliau diterima oleh Prof. dr. Utojo Sukaton, SpPD-KEMD, kepala bagian Ilmu Penyakit Dalam (IPD) FKUI/RSCM pada waktu itu, dan mendapat brevet Ahli Penyakit Dalam bulan November 1975.

Setelah menyelesaikan rotasi IPD pada tahun 1972, sambil menyusun thesis, Beliau menjadi salah satu dokter jaga Intensive Coronary Care Unit (ICCU) yang ketika itu baru berdiri. Kecintaan Beliau pada kardiologi yang membuat ayah dari empat orang anak ini melanjutkan pendidikannya sebagai Konsultan Kardiovaskular yang diakui pada tahun 2004. Beliau juga berperan aktif dalam pertemuan ilmiah tingkat nasional maupun internasional. Selain itu Beliau juga pernah menjadi penanggungjawab SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUD Tangerang, Jawa Barat dan koordinator pendidikan S2 dan Sp2 (Konsultan) divisi Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM periode 2000-2007.

Prof. Daulat telah mempublikasikan 28 karya ilmiah dalam bentuk penelitian, buku, maupun makalah, dan menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Ilmu Penyakit Dalam FKUI pada tanggal 9 Juni 2007 di Jakarta. Hingga saat ini, Beliau masih berpraktik di RS Cikini Jakarta.

 

*

Prof. dr. Hanafi Binarto Trisnohadi, SpPD-KKV, SpJP(K), FINASIM

 

Prof. Hanafi menyelesaikan pendidikan dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (FKUI) pada tahun 1966 dan melanjutkan pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam (IPD) pada tahun 1974 di tempat yang sama.

Beliau merupakan salah satu staf awal subbagian Kardiologi-IPD dibawah kepemimpinan dr. Lie Kioeng Foei. Atas dorongan dari dr. Lie, Beliau mendalami bidang kardiologi di Royal Melbourne Hospital, Australia. Setelah mendapat pelatihan Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) di Amerika Serikat dan Swiss, dan kursus Coronary Stenting di Rotterdam, Belanda, Beliau merupakan orang pertama yang melakukan kateterisasi jantung kiri dan angiografi koroner untuk pertama kalinya di ICCU RSCM sekitar tahun 1977-1978. 

Kontribusi Prof. Hanafi terhadap Ilmu Penyakit Dalam yang telah dipublikasikan antara lain 108 karya ilmiah dalam bentuk penelitian, buku, makalah, dan menjadi penulis utama dari 7 judul hasil penelitian.

Berkat kontribusinya dalam bidang kardiologi, Beliau menjadi Konsultan Kardiologi sekaligus diakui sebagai Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah pada tahun 1978. Pengakuan sebagai Konsultan kemudian dikukuhkan pada tahun 2003. Prof. Hanafi dikukuhkan menjadi salah satu Guru Besar dalam Ilmu Penyakit Dalam FKUI pada tanggal 22 April 2006 di Jakarta.

 

*

 

Prof. dr. Sjaharuddin Harun, SpPD-KKV, SpJP, FINASIM

 

Prof. Harun menyelesaikan pendidikan dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (FKUI) pada tahun 1968 dan menyelesaikan pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam (IPD) di tempat yang sama pada tahun 1976. Beliau kemudian melanjutkan subspesialisasi kardiologi dan mendapat gelar konsultan kardiovaskular (KKV) pada tahun 2004.

Beliau juga merupakan salah satu staf awal divisi kardiologi dibawah kepemimpinan dr. Lie Kioeng Foei. Kontribusi Prof. Harun terhadap Ilmu Penyakit Dalam yang telah dipublikasikan antara lain 14 karya ilmiah dalam bentuk penelitian dan jurnal. Selain aktif dalam pelayanan dan pendidikan, beliau juga aktif berorganisasi, antara lain pernah menjabat sebagai sekjen PB PAPDI (1989-1992), ketua bidang organisasi PB PAPDI (1996-2000), Sekjen Badan Komunikasi Perhimpunan Sub Spesialis PB PABDI (1996-1999), Ketua Majelis Dokter Subspesialis PB PAPDI (1998-2003), dan Ketua Tim Penyempurnaan Kurikulum Subspesialis Penyakit Dalam (2011).

                Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai kepala ICCU RS Cipto Mangunkusumo (1990-2004), dan menjadi kepala divisi kardiologi departemen ilmu penyakit dalam FKUI-RSCM (2006-2008).

 

*

 

Prof. Dr. dr. Teguh Santoso Sukamto, SpPD-KKV, SpJP, PhD, FINASIM, FESC, FACC

 

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan nama beliau. Ya, Prof. Santoso merupakan dokter Asia pertama yang mendapat pengakuan dari Texas Heart Institute untuk melakukan terapi penyuntikan sel punca langsung ke otot jantung melalui proses pemetaan. Lahir di Purwokerto, 24 Juli 1944, Prof. Santoso berhasil menyelesaikan pendidikan dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (FKUI) pada tahun 1967 dengan predikat cum laude. Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis penyakit dalam, beliau pun fokus pada kardiologi dan mendapat gelar konsultan kardiovaskular pada tahun 1978. Demi memperdalam keilmuannya, beliau pun mengikuti berbagai pelatihan di luar negeri seperti Belanda dan Amerika Serikat.

Segudang prestasi dan penghargaan telah diraih antara lain Medika Award (1984), Satya Lencana Karya Setia dari presiden RI (1985), Best Abstract Award dalam Angioplasty Summit (2006), dan Habibie Award (2012).

 

*

 

Prof. dr. H. Dasnan Ismail, SpPD-KKV, SpJP(K), FINASIM

 

Lahir di Yogyakarta, 12 Januari 1942, Prof. Dasnan berhasil menyelesaikan pendidikan dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (FKUI) pada tahun 1967. Beliau mendapat brevet Ahli Penyakit Dalam pada tahun 1975 dan gelar konsultan kardiovaskular pada tahun 1978 di tempat yang sama. Demi kecintaannya pada kardiologi, beliau pun menempuh pendidikan di Perancis dan San Fransisco.

Selain aktif memberikan kuliah, beliau juga aktif sebagai anggota seksi pendidikan PB PAPDI selama 6 tahun lamanya (1991-1997). Beliau juga pernah menjadi dokter pribadi Menteri Kesehatan, anggota Komisi Disiplin Ilmu Dept Pendidikan Nasional Dewan Pendidikan Tinggi (CHS)/Sekretaris Bersama Fakultas Kedokteran se-Indonesia, dan mengambil bagian dalam tim visitasi Pengembangan Dokter Spesialis CHS. Beliau juga pernah menjadi ketua divisi kardiologi departemen ilmu penyakit dalam periode 2003-2006.

Prof. Dasnan telah mempublikasikan 69 karya ilmiah dalam bentuk penelitian, buku, maupun makalah, dan menerima berbagai penghargaan diantaranya dua �Satya Lencana Karya Satya� atas pengabdiannya kepada pemerintah selama 25 tahun dan 30 tahun berturut-turut. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Ilmu Penyakit Dalam FKUI pada tanggal 7 Februari 2004 di Jakarta.

 

*

 

Prof. dr. R. Miftah Suryadipraja, SpPD-KKV, SpJP(K), FINASIM

 

Setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (FKUI) pada tahun 1964, Prof. Miftah menempuh pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam (IPD) di tempat yang sama dan mendapat brevet Ahli Penyakit Dalam pada tahun 1973. Beliau kemudian melanjutkan subspesialisasi kardiologi dan mendapat gelar konsultan kardiovaskular (KKV) pada tahun 1978.

Beliau juga merupakan salah satu staf awal divisi kardiologi dibawah kepemimpinan dr. Lie Kioeng Foei. Selain pendidikan formal, Prof. Miftah juga mengikuti berbagai pelatihan dan kursus tambahan dalam bidang kardiologi di Jepang, Perancis, Texas, dan San Diego, California. Kontribusi Prof. Miftah terhadap Ilmu Penyakit Dalam yang telah dipublikasikan antara lain 46 karya ilmiah dalam bentuk penelitian, artikel, makalah seminar dan kongres.

Selain aktif dalam pelayanan dan pendidikan, beliau juga berpartisipasi aktif baik sebagai pembicara, peserta, maupun moderator dalam kongres, simposium, lokakarya, dan seminar lokal maupun internasional. Beliau juga aktif dalam berbagai organisasi antara lain IDI, PAPDI, IKKI,  Indonesian Society for the Study of Obesity (ISSO), baik sebagai pengurus maupun anggota. Atas kontribusinya di bidang penyakit dalam, beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Ilmu Penyakit Dalam FKUI pada tanggal 14 Februari 2004 di Jakarta.

 

*

 

Prof. dr. Lukman Hakim Makmun, SpPD-KKV, KGer, FINASIM

 

Prof. Lukman menyelesaikan pendidikan dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (FKUI) pada tahun 1971. Setelah menyelesaikan pendidikan internisnya di Aerzte Kammer Muenchen, Jerman, pada tahun 1979, beliau melanjutkan subspesialisasi kardiologi.

Kembali ke Indonesia, pria kelahiran Lahat, 3 Maret 1947 ini memulai adaptasi di bagian Ilmu Penyakit Dalam dan bagian Kardiologi FKUI. Pada tahun 2000, Beliau mendapat brevet Konsultan Geriatri dan pada tahun 2003 memperoleh pengukuhan Spesialis II (Konsultan) Kardiovaskular dari FKUI.

Selain aktif membimbing mahasiswa FK dan dokter PPDS di bagian Ilmu Penyakit Dalam (IPD) FKUI/RSCM, kecintaan Beliau terhadap pendidikan dibuktikan dengan kesediaannya memimpin berbagai kegiatan ilmiah antara lain Koordinator Keterampilan Klinik Dasar Departemen IPD hingga tahun 1999, Koordinator Pendidikan dan Penelitian divisi Kardiologi � IPD FKUI/RSCM (2000), Ketua Skills Lab FKUI (2002), Ketua Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI, dan Pimpinan proyek Health Work Service (HWS) Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk membentuk paradigma baru Pendidikan Kedokteran di Indonesia (2004). Beliau juga pernah menjadi. Beliau juga aktif berorganisasi dan pernah menjadi Ketua PERGEMI Jaya (2001-2004) dan Ketua PB IKKI (2006). Beliau merupakan inisiator pertemuan PAPDI, PERKI, dan IKA dengan moderator IDI untuk mencari jalan tengah permasalahan dualisme kardiologi di Indonesia yang terwujud pada penandatanganan Surat Pernyataan Kesepakatan Bersama pada tahun 2009. Prof. Lukman telah mempublikasikan 45 karya ilmiah dalam bentuk penelitian, buku, maupun makalah, menjadi penulis utama dari 3 judul hasil penelitian yang 2 diantaranya telah mendapatkan hak paten dari Republik Federal Jerman pada tahun 1983. Berkat kontribusinya dalam bidang IPD FKUI/RSCM, Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar IPD FKUI pada tanggal 9 Juni 2007 di Jakarta. Saat ini beliau praktik di RS MMC dan MRCCC.

 

*

 

Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD-KKV, FINASIM, FACC, FESC, FAPSIC

 

Prof. Idrus menyelesaikan pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta pada tahun 1986. Mengawali karir sebagai dokter puskesmas di Gelumbang, kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, beliau kemudian melanjutkan pendidikan dokter spesialis penyakit dalam dan mendapat gelar konsultan kardiovaskular dari FKUI pada tahun 2001. Tidak hanya di dalam negeri, beliau juga telah mengikuti berbagai pelatihan dan kursus tambahan di luar negeri seperti Australia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.Selain aktif sebagai staf pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, beliau juga aktif dalam kepengurusan organisasi profesi antara lain IKKI dan PAPVI. Beliau juga pernah menjabat sebagai ketua PAPDI cabang Jakarta Raya (PAPDI JAYA) selama 2 periode berturut-turut. Saat ini beliau menjabat sebagai ketua PB PAPDI periode 2012-2015 sekaligus ketua divisi kardiologi departemen ilmu penyakit dalam FKUI-RSCM.

  • Hubungi Kami
    admin@kardioipdrscm.com
    Telp. +62 (21) 31934636
    Fax.
    +62 (21) 3161467
    Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 10430
  • Member Login

Mohon maaf website kami sedang dalam perbaikan. Informasi program & layanan dapat menghubungi div_kardiologi@yahoo.com

Mohon maaf atas ketidaknyamanannya

Powered by WordPress Popup


Fatal error: Exception thrown without a stack frame in Unknown on line 0