Terapi Resinkronisasi Jantung (Cardiac Resynchronization Therapy): Harapan Baru bagi Penderita Gagal Jantung Kronik

Ditulis oleh: pada tanggal Berita dan Informasi

Laki-laki 51 tahun dengan gagal jantung kronik dan pasca operasi katup jantung datang dengan keluhan sesak napas dan mudah lelah. Dari pemeriksaan echocardiography didapatkan bahwa fungsi pompa jantung pasien hanya 16% (disebut normal apabila lebih dari 50%). Pasien telah mengonsumsi lima macam obat jantung tetapi keluhan tidak perbaikan. Yang menjadi pertanyaan adalah masih adakah harapan bagi pasien tersebut agar kualitas hidupnya dapat meningkat?

Sekitar 30% pasien gagal jantung kronik mengalami gangguan hantaran listrik antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri sehingga kontraksi kedua ventrikel tersebut tidak selaras. Akibatnya pasien gagal jantung mengalami penurunan fungsi pompa jantung. Hal tersebut tidak dapat diperbaiki meskipun sudah diberikan obat-obatan yang optimal sehingga dibutuhkan terapi resinkronisasi jantung (cardiac resynchronization therapy, CRT) agar kontraksi kedua ventrikel jantung menjadi selaras.

Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sekitar 15 pasien gagal jantung telah menjalani tindakan CRT. Pasca tindakan didapatkan perbaikan fungsi pompa jantung dan kemampuan berjalan pasien. Beberapa studi tentang CRT juga telah menunjukkan adanya penurunan mortalitas serta perbaikan kualitas hidup pasien gagal jantung yang menjalani tindakan CRT. Hal tersebut tampaknya mampu memberikan harapan baru bagi seluruh pasien gagal jantung kronik.

Oleh karena itu, Divisi Kardiologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM mengadakan Workshop Cardiac Resynchronization Therapy Defibrillator (CRT-D) pada tanggal 11 – 12 Maret 2016. Acara ini diharapkan dapat memberikan informasi agar para dokter mengetahui adanya modalitas CRT sebagai salah satu terapi bagi pasien gagal jantung kronik.

 

sambutan-workshop-crt

dr. Ika Prasetya Wijaya, SpPD-KKV, FINASIM, FACP, FICA sedang memberikan sambutan sekaligus membuka acara

sambutan-kepala-sub-unit-umum-pjt

Sambutan dari Kepala Sub Unit Umum Operasional PJT dr. Aldi H, SpAn(K)

 

Acara ini sebenarnya merupakan Workshop CRT-D yang kedua. Namun, acara ini merupakan pelatihan CRT-D pertama di RSCM yang dikerjakan oleh operator dari Indonesia tanpa melibatkan operator dari luar negeri. Acara yang berlangsung di Unit Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) RSCM ini menghadirkan Dr. dr. Muhammad Yamin, SpJP(K), FACC, FSCAI sebagai pembicara sekaligus operator dari setiap tindakan CRT yang dilakukan pada pelatihan ini. Sebelum dimulai, dr. Ika Prasetya Wijaya, SpPD-KKV, FINASIM, FACP, FICA selaku Ketua Divisi Kardiologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut secara resmi.

kuliah-pengantar-tentang-crt-d

Dr. dr. Muhammad Yamin, SpJP(K), FACC, FSCAI sedang memberikan kuliah pengantar tentang CRT-D

 

Selain berisi kuliah pengantar tentang CRT-D, acara ini juga menghadirkan live demonstration tindakan CRT yang dilakukan terhadap lima orang pasien, yaitu tiga orang pada hari pertama dan dua orang pada hari kedua. Melalui layar yang disediakan di ruang pelatihan, para peserta bisa melihat tindakan CRT secara langsung sekaligus aktif berinteraksi dengan operator tindakan. Peserta bisa melakukan tanya jawab secara langsung maupun memberikan saran saat tindakan sedang berlangsung.

 

peserta-workshop-crt-d

Para peserta mendengarkan kuliah dengan seksama

 

live-demonstration-tindakan-crt

Live demonstration tindakan CRT yang dilakukan oleh Dr. dr. Muhammad Yamin, SpJP(K), FACC, FSCAI

tanya-jawab-workshop-crt

Para peserta memperhatikan live demonstration dan ikut berperan aktif dengan

melakukan tanya jawab

 

 

perawat-unit-pjt

Perawat unit PJT yang ikut berperan dalam terselenggaranya acara ini dengan

baik dan lancar

 

 

foto-bersama-workshop-crt

Foto bersama peserta workshop dengan panitia dan pembicara

 

Setelah berlangsungnya acara ini diharapkan dapat menambah wawasan para dokter mengenai CRT dan indikasinya. Dengan begitu pasien gagal jantung kronik dengan fungsi pompa jantung yang buruk dapat mengalami peningkatan kualitas hidup hampir menyamai manusia normal dengan modalitas CRT.

 

 

 

 

 

Posted: March 12, 2016 at 8:35 pm, Last Updated: March 12, 2016 at 9:02 pm

  • Hubungi Kami
    admin@kardioipdrscm.com
    Telp. +62 (21) 31934636
    Fax.
    +62 (21) 3161467
    Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 10430