Kiat Olahraga Setelah Serangan Jantung

Ditulis oleh: pada tanggal Aktivitas FIsik, Artikel, Preventive Cardiology, Umum, World Heart Day

Tiada kata terlambat untuk berolahraga. Latihan atau aktivitas fisik telah banyak diketahui manfaatnya untuk mencegah penyakit jantung koroner. Namun, olahraga acap kali dianggap terlambat dan tidak dianjurkan lagi setelah seseorang mengalami serangan jantung. Benarkah pendapat demikian?

 

Olahraga erat kaitannya dengan fungsi jantung dan pembuluh darah manusia, serta berbagai sistem organ lainnya. Akan tetapi kenyataannya, individu pasca serangan jantung justru sering mengalami penurunan motivasi dalam menjalani olahraga, bahkan cenderung menghindari aktivitas rutin sehari-hari. Kejadian serangan jantung dapat menimbulkan trauma psikis dan rasa takut melakukan aktivitas yang terlalu membebani jantung.

 

Anggapan itu sepenuhnya dibantah oleh para pakar kesehatan. Berbagai penelitian telah membuktikan, olahraga yang dimulai setelah seseorang mengalami serangan jantung masih membuahkan manfaat yang besar. Kejadian serangan jantung berulang berkurang hingga 29% dan terjadi perbaikan penyempitan pembuluh koroner pada 30% individu yang menjalani program olahraga secara teratur.

 

Akan tetapi, tak dapat dipungkiri, program olahraga pasca serangan jantung tidak sama dengan individu sehat. Latihan fisik harus dilakukan sesuai kapasitas jantung yang tersisa, yang dilakukan secara bertahap dengan pemantauan dari professional medis.

 

Pada seseorang yang pernah mengalami serangan jantung, olahraga yang berlebihan justru meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung berulang hingga hampir 4 kali lipat. Namun, olahraga dengan intensitas mulai dari intensitas yang paling ringan dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular mulai dari 21%. Bahkan, jika dilakukan dengan intensitas yang tepat, olahraga bisa menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 60% pada pasien paska serangan jantung. Oleh karena itu, peresepan olahraga yang tepat dari professional medis sangat penting untuk mengoptimalkan manfaat olahraga bagi seseorang yang pernah mengalami serangan jantung serta menghindari akibat buruk dari olahraga yang berlebihan.  

Dalam ilmu kedokteran, program latihan fisik setelah terjadi serangan jantung dikenal dengan istilah rehabilitasi jantung. Tujuannya ialah untuk mendapatkan fungsi optimal dari jantung yang tersisa, dan bila memungkinkan, program rehabilitasi mampu memulihkan atau meningkatkan fungsi jantung.

 

Berikut adalah kiat-kiat sederhana berolahraga setelah mengalami serangan jantung.

 

  1. Tumbuhkan Motivasi

Motivasi merupakan fondasi penting yang menentukan pelaksanaan dan konsistensi program olahraga. Jangan pernah merasa tidak sanggup untuk menjalani program olahraga sebelum benar-benar mencobanya, walaupun Anda tidak memiliki pengalaman berolahraga sebelumnya. Dengan teknologi dan kemajuan ilmu kedokteran saat ini, angka kejadian serangan jantung berulang telah berhasil ditekan. Namun sebagai syarat, pasien harus patuh terhadap anjuran dokter.

 

 

 

  1. Mulai dari Aktivitas Sehari-hari

Melatih fungsi jantung sebenarnya bukan hal yang sulit. Setiap rutinitas sehari-hari yang kita jalani mampu diubah menjadi latihan fisik sederhana. Berjalan kaki lebih jauh dibandingkan biasanya, lebih memilih naik tangga daripada lift, atau memperbanyak selingan berdiri atau berjalan ketimbang duduk lama adalah hal sederhana dan menyehatkan bagi tubuh. Pada tahap awal, utamakan latihan aerobik ringan dibandingkan latihan beban otot. Latihan aerobik mampu meningkatkan kemampuan jantung dan paru, termasuk pada individu pasca serangan jantung.

 

  1. Tingkatkan Sesuai Kemampuan

Layaknya professional medis, Anda pun dapat mengukur dan menilai kemampuan aktivitas fisik Anda. Olahraga yang benar tidak berorientasi pada pencapaian tingkat kesulitan tertentu. Sebaliknya, olahraga idealnya menekankan pada keteraturan dan konsistensi dalam menjalankannya.

 

  1. Konsultasikan Olahraga Anda pada Dokter

Olahraga menjadi bagian penting dalam terapi pemulihan fungsi jantung di samping obat-obatan, nutrisi, dan informasi kesehatan yang benar. Selalu libatkan tenaga medis professional dalam mengatur latihan fisik Anda. Beberapa sentra kesehatan, seperti RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, telah dilengkapi dengan sarana rehabilitasi dan latihan fisik bagi pasien riwayat serangan jantung. Pasien akan diajak diskusi mengenai sasaran, tujuan, dan lama program yang akan dijalani. Tak kalah pentingnya, kegiatan olahraga juga dapat membentuk kelompok sosial bagi sesama pasien untuk saling mendukung dan tidak menyerah dengan penyakit jantung.

 

Masih meragukan khasiat olahraga? Mari beranjak dari tempat duduk Anda, dan buktikan manfaatnya!

 

 

Sumber:
Thompson. Paul D, Buchner. David, Piña. Ileana L. et al. Exercise and Physical Activity in the Prevention and Treatment of Atherosclerotic Cardiovascular Disease. Circulation. 2003; 107: 3109-3116.

Whellan. David J, Anil. Nigam, Malcolm. Arnold, et al. Benefit of Exercise Therapy for Systolic Heart Failure in Relation to Disease Severity and Etiology – Findings from the HF-ACTION Study. Am Heart J. 2011 December ; 162(6): 1003–1010.

Williams PT, Thompson PD. Increased cardiovascular disease mortality associated with excessive exercise in heart attack survivors. Mayo Clinic proceedings. 2014;89(9):1187-94.

Posted: September 24, 2015 at 10:18 pm, Last Updated: January 19, 2016 at 11:52 am

  • Hubungi Kami
    admin@kardioipdrscm.com
    Telp. +62 (21) 31934636
    Fax.
    +62 (21) 3161467
    Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 10430