Peran Ezetimibe dalam menurunkan kejadian kardiovaskuler pada pasien post Sindrom Koroner Akut

Ditulis oleh: pada tanggal Artikel, Tinjauan Ilmiah

Saat ini penyakit jantung dan kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia. Pada tahun 2012, lebih dari 17 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskuler dan 7,4 juta diantaranya disebabkan karena penyakit jantung koroner(1). Sindrom koroner akut didefinisikan sebagai suatu kelompok gejala klinis yang menandakan adanya tanda iskemik akut pada miokard yang meliputi angina pektoris tak stabil, non-ST-segment elevation myocardial infarction (NSTEMI), dan ST-segment elevation myocardial infarction (STEMI)(2).

 

Sindrom koroner akut disebabkan karena lepasnya suatu plak aterosklerotik yang diikuti dengan agregrasi trombosit kemudian terbentuk trombus intrakoroner. Hal ini menyebabkan terbentuknya daerah plak yang menyebabkan penyempitan yang serius bahkan total sehingga terjadi gangguan aliran darah yang menyebabkan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen pada miokard. Pembentukan trombus pada SKA merupakan akibat dari interaksi antara plak aterosklerosis, endotel koroner, sel-sel inflamasi, dan sistem hemostasis.

 

 

Kejadian kardiovaskular akibat komplikasi SKA terjadi melalui mekanisme inflamasi, mekanis, maupun abnormalitas kelistrikan di daerah miokard yang nekrosis. Komplikasi tersebut meliputi progresi infark hingga mengakibatkan kematian. Secara garis besar, kejadian kardiovaskular paska SKA disebabkan karena tiga hal yaitu penurunan kontraktilitas, instabilitas kelistrikan jantung, dan nekrosis jaringan.

Pasien dengan atherosclerotic cardiovascular diseases (ASCVD) seperti post SKA, sangat berisiko untuk mengalami kejadian kardiovaskular seperi ASCVD rekuren maupun kematian akibat ASCVD. Pada kondisi ini, statin intensitas tinggi disarankan untuk pasien di bawah 75 tahun untuk mendapatkan penurunan kadar LDL lebih dari 50% dari kadar awal atau kurang dari 100 mg/dl jika kadar awal LDL sebelum pengobatan tidak diketahui(3). Penambahan obat nonstatin dapat dipertimbangkan pada pasien dengan risiko tinggi seperti post SKA jika respon pengobatan tidak tercapai atau intoleran terhadap statin.

 

Ezetimibe merupakan satu-satunya obat golongan nonstatin yang bekerja dengan menghambat penyerapan kolesterol(4). Ezetimibe bekerja dengan membatasi pengambilan selektif kolesterol dan sterol lain oleh sel epitel intestinal dengan menghambat protein Niemann Pick C1 Like 1 (NPC1-L1). Ezetimibe dapat membantu pasien mencapai target LDL yang tidak dicapai pada dosis statin maksimal(5). Tidak seperti sekuestran empedu, penggunaan ezetimibe tidak mengganggu penyerapan asam empedu dan vitamin larut lemak.Login for read more article.Not yet a member? Sign up here

Topics: , ,

Posted: January 20, 2015 at 12:23 pm, Last Updated: January 19, 2016 at 12:36 pm

Add a Comment

  • Hubungi Kami
    admin@kardioipdrscm.com
    Telp. +62 (21) 31934636
    Fax.
    +62 (21) 3161467
    Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 10430