Omega 3, Lindungi Anda dari Penyakit Jantung Koroner

Ditulis oleh: pada tanggal Artikel, Diet Sehat, Jantung Sehat, Umum

Omega 3 Penyakit Jantung KoronerSiapa yang tidak merinding mendengar penyakit jantung koroner? Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Namun, ada kabar baik untuk Anda. Delapan puluh persen penyakit jantung koroner dan stroke dapat dicegah. Anda dapat melindungi diri Anda dengan 7 langkah sederhana yaitu melakukan aktivitas fisik, mengontrol kadar kolesterol, mengontrol tekanan darah, menjaga berat badan yang ideal, mengontrol kadar gula darah, berhenti merokok, dan makan makanan yang sehat bagi jantung. Makan dua porsi ikan dapat melindungi Anda dari risiko serangan jantung. Ikan merupakan sumber protein dan omega 3 yang baik. Omega 3 bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung, baik bagi orang yang sehat, maupun orang yang memiliki risiko tinggi bahkan sudah memiliki penyakit jantung koroner.

 

Omega 3 merupakan asam lemak tidak jenuh yang banyak terdapat pada seafood, serta beberapa kacang-kacangan dan minyak tumbuhan tertentu. Omega 3 ini tergolong asam lemak esensial, artinya tubuh membutuhkan zat ini namun tubuh tidak dapat membentuknya sehingga hanya dapat didapatkan melalui makanan. Omega 3 ini memiliki beberapa bentuk antara lain EPA (Eicosapentaenoic acid), DHA (Docosahexaenoic acid), dan ALA (Alpha Linolenic Acid). Ikan dan minyak ikan banyak mengandung EPA dan DHA, sedangkan ALA diperoleh dari sumber makanan nabati seperti kedelai, kanola, kenari dan biji rami. EPA dan DHA memiliki manfaat yang lebih terlihat dibanding ALA. Tubuh dapat mengkonversi ALA menjadi EPA dan DHA namun proses tersebut tidak efektif.

 

Apakah ada bukti ilmiah mengenai manfaat asam lemak omega 3?

 

Studi observasional dan epidemiologis

 

Penelitian observasional yang melibatkan lebih dari 80.000 wanita yang diikuti selama 16 tahun, menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi ikan dan omega 3 dengan risiko penyakit jantung koroner. Wanita yang mengkonsumsi ikan sekali seminggu memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner 29% lebih rendah dibanding wanita yang mengkonsumsi ikan <1 kali perbulan. Penurunan risiko semakin terlihat pada wanita yang mengkonsumsi ikan lebih dari 5 kali dalam seminggu. Risiko penyakit jantung koroner turun sebesar 34%. Bahkan, risiko kematian mendadak akibat penyakit jantung turun sebesar 45%. (1)

Penelitian lain yang melibatkan lebih dari 20ribu laki-laki sehat yang diikuti selama 11 tahun juga memperlihatkan adanya manfaat konsumsi ikan. Laki-laki yang mengkonsumsi minimal 1 porsi ikan setiap minggunya memiliki risiko 50% lebih rendah untuk mengalami kematian mendadak akibat penyakit jantung dibanding mereka yang mengkonsumsi ikan kurang dari 1 porsi perbulan. (2)

 

Controlled Trials

Penelitian ini merupakan penelitian prospektif yang memasukkan subyek penelitan secara acak ke dalam dua kelompok yaitu kelompok treatment dan kelompok kontrol. Subyek yang masuk ke dalam kelompok treatment mendapatkan pengobatan (atau diet) yang sedang diuji sedangkan kelompok kontrol hanya mendapat placebo sebagai pembanding. Beberapa penelitian Randomized Controlled Trial menunjukkan adanya peran asam lemak omega 3 dalam prevensi sekunder penyakit jantung koroner. (3) Penelitian terbesar yang meneliti efikasi asam lemak omega 3 untuk prevensi sekunder penyakit jantung koroner adalah GISSI-Prevention Study. Penelitian ini melibatkan lebih dari 11ribu pasien dengan penyakit jantung koroner yang sedang menjalani pengobatan. Subyek dimasukkan kedalam empat kelompok penelitian secara acak yaitu kelompok yang mendapatkan asam lemak omega 3, kelompok yang mendapatkan vitamin E, kelompok yang mendapatkan keduanya, dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan keduanya. Setelah diikuti selama 3,5 tahun, kelompok yang mendapatkan asam lemak omega 3 memiliki tingkat kematian 20% lebih rendah dibanding kelompok kontrol, sedangkan vitamin E tidak menunjukkan adanya manfaat. (4)

 

 

Bagaimana Omega 3 Dapat Melindungi Anda dari Risiko Penyakit Kardiovaskuler?

Secara garis besar, asam lemak Omega 3 dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler melalui beberapa mekanisme (5), antara lain:

1. Menurunkan risiko gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak

2. Menurunkan risiko pembentukan jendalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke

3. Menurunkan kadar trigliserida

4. Menghambat bertambahnya plak atherosklerosis

5. Meningkakan fungsi endotel pembuluh darah

6. Menurunkan tekanan darah

 

Berapa banyak omega 3 yang sebaiknya Anda konsumsi?

 

Bagi Anda yang tidak memiliki penyakit jantung koroner, American Heart Association (AHA) menyarankan untuk mengkonsumsi minimal dua porsi ikan setiap minggu. Ikan yang berminyak seperti salmon, makarel, ikan herring, sardin, dan tuna merupakan jenis ikan yang mengandung banyak asam lemak omega 3.

Bagi Anda yang memiliki penyakit jantung koroner, AHA menyarankan untuk mengkonsumsi 1 gram kombinasi EPA dan DHA yang sebaiknya didapatkan melalui makanan yang kaya akan omega 3 seperti ikan. Namun, jika konsumsi asam lemak omega 3 dari makanan tidak mencukupi, penambahan suplement omega 3 dapat dipertimbangkan dengan konsultasi dokter.

Kombinasi EPA dan DHA ini juga bermanfaat bagi Anda yang harus menurunkan kadar trigliserida. Anda dapat mengkonsumsi 2 hingga 4 gram kombinasi EPA dan DHA dalam bentuk kapsul suplemen namun harus dalam pengawasan dokter. Konsumsi kapsul omega 3 lebih dari 3 gram per hari dapat menyebabkan perdarahan pada beberapa orang. Selain perdarahan, efek samping yang dapat terjadi adalah gangguan gastrointestinal seperti mual. Pada penderita diabetes, suplemen asam lemak omega 3 juga dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun, efek-efek samping tersebut sangat jarang terjadi pada konsumsi suplemen omega 3 dibawah 1 gram/hari. (3)

Bagaimana dengan bahaya merkuri yang terdapat pada ikan?

Beberapa ikan tertentu mengandung kadar merkuri yang tinggi. Untuk menghindari kontaminasi merkuri, Anda dapat membuang sisik ikan sebelum memasaknya. Selain itu, hindari juga konsumsi ikan hiu, ikan todak, king makarel, atau ikan tilefish karena jenis ikan tersebut mengandung kadar merkuri yang tinggi. (3)

 

REFERENSI
1. Hu FB, Bronner L, Willett WC, et al. Fish and omega-3 fatty acid intake and risk of coronary heart disease in women. JAMA. 2002;287:1815–1821

2. Albert CM, Hennekens CH, O’Donnell CJ, et al. Fish consumption and risk of sudden cardiac death. JAMA. 1998;279:23–28.

3. Kris-Etherton PM, Harris WS, Appel LJ, et al. Fish consumption, fish oil, omega-3 fatty acids and cardiovascular disease. Circulation. 2002;106:2747–2757

4. Marchioli R, Barzi F, Bomba E, et al. Early protection against sudden death by n-3 polyunsaturated fatty acids after myocardial infarction: time-course analysis of the results of the Gruppo Italiano per lo Studio della Sopravvivenza nell’Infarto Miocardico (GISSI)-Prevenzione. Circulation. 2002; 105:1897–1903.

5. Connor WE. Importance of n-3 fatty acids in health and disease. Am J Clin Nutr. 2000;71(1 Suppl):171S–175S.

Posted: February 8, 2014 at 6:38 am, Last Updated: January 19, 2016 at 12:26 pm

Add a Comment

  • Hubungi Kami
    admin@kardioipdrscm.com
    Telp. +62 (21) 31934636
    Fax.
    +62 (21) 3161467
    Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 10430