Efek Samping Ablasi Jantung untuk Detak Jantung Lemah dan Tidak Beraturan

Ditulis oleh: pada tanggal Konsultasi Kesehatan Jantung

Dokter yth. Ibu saya (77 Tahun) baru saja dirawat karena detak jantungnya lemah dan tdk beraturan, dokter menyarankan di ablasi, yg ingin saya tanyakan :
1. Apakah Ablasi itu?
2. Apakah efek yg dapat ditimbulkan??
3. Amankan untuk ibu saya yg usianya sdh 77 tahun??
4. Ada cara pengobatan lain?

Oleh:
Ny. Euis Nuruliah
2013-12-17 @ 6:58:28 PM

Yth. Ny. Euis Nuruliah,

Ablasi yang dimaksudkan kemungkinan besar adalah prosedur untuk mengkoreksi aritmia (kelainan irama jantung). Pada prosedur ini biasanya menggunakan kateter (suatu selang fleksibel kecil yang panjang) yang dimasukkan melalui pembuluh darah di pangkal paha pasien. Sebelum melakukan ablasi biasanya dilakukan pemeriksaan elektrofisiologi (EP study) untuk memetakan sistem kelistrikan jantung. Selanjutnya tindakan ablasi akan menyebabkan jaringan jantung tertentu (sesuai dengan hasil penyelidikan listrik jantung pasien) untuk berubah menjadi jaringan parut, Jaringan parut ini diharapkan akan menghentikan kelainan irama jantung pasien.

Efek yang timbul selama prosedur adalah tentunya aritmia itu sendiri. Biasanya dalam proses melakukan ablasi (menghancurkan jaringan yang menyebabkan aritmia), dokter akan mencetuskan kembali irama yang selama ini menjadi masalah. Setelah irama yang bermasalah tersebut muncul, barulah dilakukan pemetaan terhadap proses jalannya listrik jantung. Efek samping berikutnya adalah nyeri; saat dilakukan ablasi beberapa pasien dapat merasakan sedikit nyeri, yang dapat dihilangkan dengan obat penghilang nyeri (bisa langsung diberikan saat prosedur bila diperlukan). Efek samping lainnya adalah blok listrik jantung; karena sistem kelistrikan jantung sangat kompleks, maka dapat saja hasil akhir dari ablasi selain menghentikan aritmia yang mengganggu pasien, sistem kelistrikan yang normal pun ikut terkena imbasnya. Kejadiannya sangat sedikit, dan bila terjadi kebanyakan dapat sembuh lagi, Namun bila hal ini terjadi dan menetap, dokter dapat memasang alat pacu jantung untuk melakukan resinkronisasi listrik jantung ibu. Tentunya risiko tindakan ini dapat diminimalisasi apabila dilakukan oleh orang yang berpengalaman. Biasanya efek samping tindakan masih lebih aman bagi jantung bila dibandingkan dengan efek samping aritmia yang dibiarkan terus ada. (tentunya tergantung dari jenis / tipe aritmia yang dialami)

Tindakan ini relatif aman, dengan angka komplikasi sebesar 2 – 3 %, sedangkan angka kematian dilaporkan bervariasi sebesar 0,1 – 0,2 %. Angka ini bervariasi untuk jenis aritmia, kondisi jantung pasien, dan pusat yang menangani tindakan ini. Komplikasi mencakup perdarahan dari tempat masuknya kateter, kerusakan pembuluh darah karena gesekan dari kateter, kerusakan otot jantung, penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke, kerusakan ginjal akibat media kontras yang digunakan. Kebutuhan pemasangan alat pacu jantung permanen dijumpai sebanyak < 1 % kasus. Tindakan ini tentunya dipilih pada beberapa jenis aritmia kalau dokter menilai risiko tindakan ini lebih kecil dibandingkan dengan risiko mengkonsumsi obat – obatan antiaritmia jangka panjang, atau bila aritmia yang timbul berpotensi mengancam nyawa pasien.

Tergantung dari jenis aritmianya, dan tujuan dari penghentian aritmia tersebut, Beberapa aritmia yang berpotensi menyebabkan stroke dapat diberikan alternatif pemasangan sumbat rongga jantung (LAA occluder) untuk mengurangi risiko adanya bekuan darah di jantung yang lepas menuju otak. Aritmia lainnya dapat dikontrol dengan mudah menggunakan konsumsi obat – obatan anti aritmia. Sedangkan aritmia yang berpotensi mengancam nyawa memang sebaiknya dilakukan pemeriksaan elektrofisiologi untuk dilanjutkan ke tindakan ablasi.

Semoga jawaban ini dapat membantu.

dr. Simon Salim, SpPD

Topics: ,

Posted: January 15, 2014 at 8:37 pm, Last Updated: January 7, 2016 at 9:53 am

Add a Comment

  • Hubungi Kami
    admin@kardioipdrscm.com
    Telp. +62 (21) 31934636
    Fax.
    +62 (21) 3161467
    Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 10430