Setelah Pasang Stent Tahap 1

Ditulis oleh: pada tanggal Konsultasi Kesehatan Jantung

papa saya 60thn (perokok berat dan diabetes), 2 agustus 12 serangan jantung akut. akhir sept 12 di kateter dan divonis harus bypass. cari dokter lain, 2 dokter bilang bs stent, jd dipasang 3 stents di 2 pembuluh utamanya di awal bulan nov 12.
sejak awal serangan jantung langsung stop rokok dan diet gula, gula skarang normal (hba1c 6,5) dan tensi 110-120/60-70. kolesterol pun normal (total hanya 100an).
2-3bln terakhir terganggu maag nya, katanya biasa karna plavix & ascardia nya, karna belakangan tambah parah, ascardia diganti pletaal, obat maag pun ditambah (pantozol / nexium & impepsa. sebelumnya rantin).
tp tidak banyak membantu, belakangan 1-2 minggu ini tensi nya turun naik seperti yoyo (malam bs 190/90), sempat masuk UGD karna sampai gemetar dan tidak bisa pipis. dirawat 1-2hari, di cek semua normal, jd hanya diberi tambahan obat tensi dan xanax + cedocard.
rencana awal january ini akan pasang stent lagi (2 lagi, dipembuluh yg sama), apakah aman? bagaimana cara mencari tau solusi untuk maag & tensi nya?

thank you

04-01-2013
Oleh : erni lusiani

Yth. Ibu Erni,

Kasus seperti ini akan banyak dihadapi terutama pada usia lanjut dengan penyakit penyerta seperti diabetes melitus, hipertensi. Masalah jantung pada orang dewasa apalagi usia lanjut memang jarang yang berdiri sendiri. Biasanya pasien dewasa dengan masalah jantung akan datang dengan satu atau lebih penyakit penyerta.

Tindakan pemasangan stent sebenarnya relatif aman, dengan risiko komplikasi berat 1,6 – 2%. Akan tetapi angka ini dapat meningkat misalnya pada kasus-kasus penyumbatan pembuluh darah koroner yang kompleks atau pembuluh darah yang tersumbat adalah pembuluh darah kiri utama. Selain itu ada faktor lain seperti usia lanjut, penderita diabetes, fungsi pompa jantung yang telah menurun, gangguan fungsi ginjal atau riwayat serangan jantung dengan kerusakan otot jantung yang luas. Dokter akan mendeteksi faktor-faktor tersebut dan akan memberikan persiapan khusus pada pasien dengan satu atau lebih faktor tersebut.

Pada kasus ayah Anda, sebelum pemasangan stent berikutnya, dokter akan menilai prioritas mengingat terdapat beberapa keadaan yang dapat menimbulkan komplikasi saat dan pasca pemasangan stent. Bila memang masalah jantung sangat mendesak untuk menyelamatkan nyawa maka tindakan pemasangan stent dapat dilakukan segera. Bila tindakan pemasangan stent tidak mendesak, sebaiknya masalah keluhan maag, keluhan tidak bisa buang air kecil dan tekanan darah yang tidak terkontrol dieksplorasi dan diberikan terapi yang sesuai.

Sakit maag pada orang usia lanjut biasanya berkaitan dengan kelainan organik seperti luka, tukak atau tumor di lambung. Beberapa pasien dengan kecurigaan perdarahan lambung atau kelainan organik yang signifikan, dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan endoskopi lambung untuk mendiagnosis kelainan tersebut sehingga dapat diberikan tatalaksana yang tepat. Dalam proses pemasangan dan pasca pemasangan stent menggunakan kombinasi beberapa “obat pengencer darah”. Sebagian obat itu menyebabkan iritasi pada lapisan lambung, ditambah dengan sifatnya yang membuat darah lebih “encer”, risiko perdarahan akan meningkat. Bila di lambung sudah ada kelainan sebelumnya, perdarahan akan lebih mungkin terjadi. Bila perdarahan berat terjadi, obat-obat pengencer darah itu terpaksa akan dihentikan dan bila obat pengencer darah dihentikan maka risiko penyumbatan pada stent yang baru dipasang akan meningkat. Pasien yang baru dipasang stent terutama stent yang dilapisi obat (stent DES) akan dianjurkan meminum setidaknya 2 obat pengencer darah (sebenarnya obat anti agregasi trombosit) selama 12 bulan, lalu 1 obat akan dilanjutkan jangka panjang bila tidak ada kontraindikasi atau komplikasi berat yang membuat obat harus dihentikan.

Untuk itu kami sebagai dokter akan menilai skala prioritas bila menghadapi keadaan seperti ini. Setiap tindakan atau obat pasti diberikan atas dasar pertimbangan “risk and benefit”, bagaimanapun keselamatan pasien adalah yang utama.

Keluhan tidak bisa buang air kecil juga membutuhkan perhatian khusus. Pada orang usia lanjut mungkin dapat berkaitan dengan kelainan di saluran kemih, yang sering ditemukan adalah pembesaran prostat dan gangguan pada ginjal. Kurang cairan, penggunaan obat-obat tertentu seperti obat pengurang nyeri, obat darah tinggi golongan ACE-Inhibitor/ARB (seperti captopril, lisinopril, valsartan, candesartan dan lain-lain) dapat berperan atau memperburuk gangguan yang telah ada. Untuk hal ini konsultasi ke dokter menjadi penting.

Tekanan darah perlu dikontrol baik pada penderita diabetes yang telah mengalami komplikasi. Pada kasus ayah Anda, komplikasi telah terjadi yaitu serangan jantung. Hipertensi yang tidak terkontrol juga dapat memperburuk fungsi jantung. Penyebab tekanan darah yang tidak terkontrol biasanya bersifat multi-faktor seperti keteraturan minum obat (efek samping obat sering membuat pasien menghentikan pengobatan), kedisiplinan terhadap diet rendah garam, faktor berat badan, penggunaan obat lain seperti obat nyeri (seperti rasa nyeri ulu hati akibat maag) dan penyakit lain yang menyertai seperti gangguan ginjal. Rasa nyeri dan faktor stres juga dapat memicu peningkatan tekanan darah. Perhatikanlah keteraturan ayah Anda meminum obat dan berkonsultasilah ke dokter dengan membawa riwayat obat-obatan yang digunakan selama ini.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga ayah Anda dapat segera membaik dan bila ada pertanyaan lebih lanjut kami siap membantu.

Salam,

dr. Rachmat Hamonangan, SpPD

Topics:

Posted: August 1, 2013 at 10:38 pm, Last Updated: August 27, 2013 at 7:47 am

Add a Comment

  • Hubungi Kami
    admin@kardioipdrscm.com
    Telp. +62 (21) 31934636
    Fax.
    +62 (21) 3161467
    Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 10430