Medical Check Up Jantung: Kapan dan apa yang harus saya periksa?

Ditulis oleh: pada tanggal Artikel, Informasi Penyakit, Umum

medial check up jantungPenyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Di Indonesia khususnya, berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO), 30% dari total kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Deteksi awal dapat mencegah komplikasi seperti gagal jantung, stroke, penyakit arteri dan juga ginjal.

 

Kenapa MCU jantung penting?

Penyakit jantung koroner (PJK) diawali dengan kerusakan pada tubuh akibat faktor gaya hidup seperti merokok, diet yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini dapat berkembang menjadi penyakit risiko tinggi seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

MCU membantu mereka yang berisiko mengalami PJK dan organ tubuh lainnya agar dapat terdeteksi lebih dini. Hal ini juga membantu seseorang dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi atau diubah sehingga risiko seseorang menderita sakit jantung dapat menurun.

 

Kapan dan apa yang saya harus periksa?

Berdasarkan penelitian Framingham, ada beberapa faktor risiko mayor yang berperan dalam timbulnya penyakit jantung koroner (PJK) dan terbagi atas faktor risiko yang dapat diubah, tidak dapat diubah, dan faktor risiko lainnya. Faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain usia, jenis kelamin, dan genetik (ras/keturunan). Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah antara lain kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas atau kelebihan berat badan, dan kurangnya aktivitas fisik. Faktor risiko lainnya antara lain stres, kebiasaan minum alkohol, dan diet.

Oleh karena itu, MCU untuk mengetahui besarnya risiko seseorang terkena PJK berfokus pada faktor risiko mayor yang dapat diubah.

Berdasarkan rekomendasi American Heart Association, beberapa hal yang dianjurkan dalam MCU PJK antara lain tercantum pada tabel 1.

 

Tabel 1. Rekomendasi MCU PJK

 

Skrining yang dianjurkan

Dimulai sejak usia berapa?

Seberapa sering?

Profil lipid (kolesterol total, trigliserida, HDL, LDL)

20 tahun

Tiap 5 tahun sekali bagi kelompok risiko normal; atau lebih sering apabila Anda:

·       Memiliki kolesterol total >200 mg/dL

·       Pria usia >45 tahun atau wanita usia >50 tahun

·       HDL <40 mg/dL (pria) atau <50 mg/dL (wanita)

·       Memiliki faktor risiko PJK lainnya

Tekanan darah

20 tahun

Setiap kunjungan ke pelayanan kesehatan atau sedikitnya 2 kali dalam setahun apabila tekanan darah <120/80 mmHg
Pemeriksaan gula darah

45 tahun

Setiap 3 tahun

Evaluasi global risiko PJK melibatkan penilaian total risiko PJK pada seseorang dibandingkan evaluasi masing-masing faktor risiko secara terpisah (kolesterol, tekanan darah, atau diabetes).

 

Apa yang dimaksud dengan evaluasi global risiko PJK?

Alat evaluasi yang paling terkenal untuk evaluasi ini dinamakan Framingham Risk Score (FRS).  Berdasarkan FRS yang telah diadaptasi, risiko seseorang tanpa gejala terbagi menjadi:

·         Risiko rendah dengan angka kejadian PJK atau stroke <10% dalam periode 10 tahun mendatang

·         Risiko sedang dengan angka kejadian PJK atau stroke 10-20% dalam periode 10 tahun mendatang

·         Risiko tinggi dengan angka kejadian PJK atau stroke >20% dalam periode 10 tahun mendatang

 

Pemeriksaan tambahan apa yang mungkin diperlukan untuk evaluasi risiko global PJK?

Berikut adalah pemeriksaan tambahan yang mungkin diperlukan untuk evaluasi pada individu risiko sedang atau tinggi tanpa gejala apapun, tercantum pada tabel 2.

Tabel 2. Pemeriksaan tambahan yang mungkin diperlukan

Pemeriksaan Tambahan

Keterangan

Rekaman aktivitas listrik jantung saat istirahat/Resting Electrocardiogram (ECG) Dianjurkan pada usia 35-40 tahun, pasien dengan faktor risiko riwayat keluarga dengan sakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, dan pada kondisi khusus bila terdapat keluhan nyeri dada.
Exercise Treadmill Test ·   Dianjurkan pada individu tanpa gejala:
Pria usia >45 tahun dan wanita usia >55 tahun yang akan berolahraga berat

·   Atau pada pasien dengan nyeri dada tidak khas

·   Untuk menilai kapasitas fungsional pasca serangan jantung

Coronary artery calcium score Dianjurkan pada pasien dengan nyeri dada atipikal untuk menyingkirkan penyakit jantung iskemik (menilai ketebalan plak)
Cardiac stress imaging (stress echocardiography) ·      Dianjurkan bagi individu dengan gambaran EKG saat berolahraga yang abnormal

·      Untuk menilai iskemik jantung pada kelompok pasien yang tidak mampu melakukan Exercise Treadmill Test

CT coronary angiography ·      Pemeriksaan ini memiliki nilai yang tidak pasti sebagai MCU, meskipun dilakukan pada individu risiko tinggi.

·      Untuk diagnostik stenosis koroner

·      Dilakukan pada pasien risiko tinggi yang menolak angiografi

Carotid intima-media thickness Tidak dianjurkan pada pemeriksaan MCU rutin, pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai ketebalan plak dalam evaluasi risiko kejadian penyakit kardioserebrovaskular

Apabila Anda masih memiliki pertanyaan, dapat menghubungi kami melalui formulir konsultasi yang tersedia. Kami sangat menganjurkan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum dan sesudah melakukan MCU.

 

About the author

Birry Karim

Board Certification: Medical Doctor, Faculty of Medicine, Universitas Tarumanagara Internal Medicine, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia

Topics:

Posted: February 14, 2013 at 7:09 am, Last Updated: September 7, 2016 at 4:34 am

Add a Comment

  • Hubungi Kami
    admin@kardioipdrscm.com
    Telp. +62 (21) 31934636
    Fax.
    +62 (21) 3161467
    Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta 10430